Ini adalah cerita saya sebuah cerita sederhana ketika saya liburan akhir tahun 2013 mungkin sedikit agak membosankan bagi kalian sang pembaca, pada akir tahun aktifitas saya tidak seperti orang kebanyakan lainnya yang berwisata atau pergi jalan-jalan bersama sanak saudara aktivitas saya ketika liburan hanyalah menonton telivisi dan menonton film kesukaan saya dan aktivitas pada malam tahun baru saya adalah menjadi panitia tabliq akbar tahun baru 2014 di MASJID AL-FURQON di Harapan Indah dan di hadiri oleh 4 orang penceramah yaitu ustd.Aang kurnaefi, Ustd Bernad, Ustd Bendri dan Ustad Samsir pada saat itu di sana kami dzikiran dan membaca ayat suci AL-QUR'AN bersama-sama setelah itu mendengarkan ceramah.
Pertama ceramah dari Ustd.Samsir ceramah itu mengenai kepedulian kita terhadap acara tersebut dan yang kedua adalah ceramah dari Ustd.Aang yang di mana ceramah itu menjelaskan tentang makna akhir tahun yang sebenarnya yaitu di mana pada akekat nya umur kita sebenarnya berkurang setiap tahunya dan di ajarkan bagi semua umat islam tidak menghambur-hamburkan uang demi duniawi saja akan tetapi kita harus memperbanyak istigfar kita karena kita meminta ampunan kepada allah s.w.t, agar dosa kita di 2013 di ampuni oleh allah dan menjadi lebih baik di tahun 2014 dan bersolawat.
Yang ketiga adalah ustad bernad yang di mana pembahasan tofiknya adalah tentang di mana memasang petasan meniup terompet adalah perbuatan orang-orang majusi, nasrani, yahudi dan perbuatan itu di larang oleh agama islam, islam tidak melarang umatnya menghibur diri akan tetapi ada batasan-batasannya lebih baik bersedekah untuk akhirat dari pada membeli petasan yang harganya mahal tetapi untuk hawa nafsu semata
Yang terakhir dan penutup adalah ceramah dari Ustd.Bendri yang di mana dalam pembahasannya adalah kasih sayang orang tua berpengaruh terhadap tingkah laku anak bahwa pada jama dahulu ada orang tua yang durhaka kepada anaknya karena di sebabkan oleh orang tua yang tidak memberi kasih sayang ya kepada anak karena ada kewajiban orang tua terhadap anak yaitu : meberi ibu yang baik bagi anak, memberi nama yang baik kepada anak, memberi pakaian yang layak bagi anak, dan mendidik anak, jangan sampai sang anak di tanya oleh orang lain tidak kenal dengan orang tuanya sendiri tetapi malah lebih kenal terhadap simbonya yang telah mengurus dia dari kecil sampai dewa di akibat kan orang tuanya lebih mementingkan pekerjaan dari pada anak'ya
pada akekatnya seoarang ibu pekerjaannya adlah mengurusi anaknya dan pekerjaan menjadi sambilan walaupun dia seorang presiden sekalipun.
Selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar