بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم
kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian media transmisi dan jenis-jenisnya, apa sih media transmisi itu,
Media transmisi adalah
media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (
data),
Media transmisi dapat dibagi menjadi dua kategori besar:
A. Guided (media kabel)
B. Unguided (media tanpa kabel).
A. Media Kabel
Ada beberapa media kabel yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer, yaitu
1. Twisted pair
Menurut kabel yang terdiri dari pasangan-pasangan konduktor yang
terisolasi. Ada dua macam kabel twisted pair, yaitu STP (Shielded
Twisted Pair) dan UTP (Unshielded Twisted Pair). Jenis UTP banyak
digunakan untuk LAN dan jaringan telepon.
a. UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP paling sering digunakan pada jaringan ethernet dan telepon.
Untuk jaringan ethernet, kabel ini memiliki ciri khas, yaitu terdiri 4
pasang kabel yang berwarna biru, biru-putih, oranye, oranye-putih,
hijau, hijau-putih, coklat dan coklat-putih.
Kabel UTP memiliki lima kategori, yaitu :
Kategori 1, digunakan untuk suara (kabel telepon)
Kategori 2, digunakan untuk data sampai dengan 4 Mbps
Kategori 3, digunakan untuk data sampai dengan 10 Mbps
Kategori 4, digunakan untuk data sampai dengan 20 Mbps
Kategori 5, digunakan untuk data sampai dengan 100 Mbps
Kabel UTP yang biasa digunakan untuk LAN adalah kategori 3 dan 5 yang
memiliki panjang maksimum tiap jalur 100 meter. Konektor yang digunakan
unuk kabel UTP disebut RJ-45
Kelebihan dan kelemahan kabel UTP
Kelebihan UTP:
1.Mudah diinstal
2.Lebih murah dibandingkan tipe media yang lain
3.Memiliki diameter kecil, sehingga mempermudah dalam membuat saluran
kabel
Kekurangan UTP:
1. Lebih mudah terkena interferensi elektromagnetik ( gangguan sinyal frekuaensi radio ) dan noise(noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara),)
2.Jarak maksimum kabel lebih kecil dibandingkan dengan kabel koaksial
3.Lebih lambat dalam transmisi data
b. STP (Shielded Twisted Pair)
Kabel STP hampir sama dengan UTP, hanya saja memiliki lapisan yang
dapat melindungi dari interfensi elektromagnetik. Karena pelindung
terbuat dari logam, maka dapat juga berfungsi sebagai ground. Pelindung
ini dapat diterapkan untuk pasangan individu, atau untuk koleksi
pasangan. Jika pelindung diterapkan pada koleksi pasangan, hal ini
disebut sebagai screening. Namun pelindung ini harus di ground-kan agar
dapat bekerja denganbaik.
Kelebihan : a.lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dalam maupun dari luar b.Memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabelKekurangan : a.mahal b.attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi, (
attenuasi adalah,pelemahan sinyal selama ia berjalan melalui kabel)
c.pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat engkompensasi timbulnya “crosstalk” ( Gangguan dalam proses pengiriman data/informasi antar stasiun berupa
masuknya sinyal yang tidak diinginkan dari jalur yang terletak
berhimpitan. Sering terjadi pada pengiriman jarak jauh atau sinyal
berfrekuensi tinggi.
)dan sinyal “noise” d.susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding) e.jarak jangkauannya hanya 100m
2. Coaxial
Seperti pada kabel antena, kabel coaxial terdiri dari tembaga tunggal
di tengah yang dilapisi oleh plastik dan pelindung metal sebagai
proteksi dari interferensi luar. Terdiri dua macam kabel coaxial, yaitu
Thicknet 10Base5 dan Thinnet 10Base2. Kabel coaxial biasanya digunakan
untuk topologi bus dan sudah jarang digunakan pada LAN. Pada topologi
bus, kabel ini juga sering digunakan sebagai jalur transmisi untuk
sinyal frekuensi radio dan mendistribusikan sinyal televisi kabel.
Kelebihan coaxial:
ü hampir tidak terpengaruh noise.
ü Dapat ditanam didalam tanah sehingga biaya perawatan harga relatif murah.
ü menyediakan
perlindungan cukup baik sehingga dapat digunakan dalam jangkuan yang
lebih panjang mencapai 300 meter dalam satu jaringan.
ü Kemampuannya jauh lebih prima jika dibandingkan dengan kawat biasa.
ü Cenderung tahan terhadap arus yang semakin mengecil pada frekuensi yang justru meninggi.
ü Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
Kelemahan:
ü penggunaannya mudah dibajak
ü thick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang
ü signal melewati dua arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi tabrakan atau tercampurnya data.
ü Optimalisasi fungsi kabel ikut dipengaruhi oleh kondisi temperature.
ü Sistem ini memerlukan biaya perawatan serta pengadaan yang besar.
3. Fiber Optik
Fiber optik atau serat optik mengunakan sinyal cahaya dalam proses
transfer data dan tahan tehadap interferensi elektromagnetik. Kabel
fiber optik memiliki bandwidth yang lebardan kecepatan transfer data
yang tinggi, mencapai gigabit per detik. Kabel ini biasanya digunakan
sebagai induk pada jaringan WAN yang menghubungkan antar kota bahkan
anatar negara. Untuk jaringan dengan skala kecil, kabel ini jarang
sekali digunakan karena harganya yang mahal.

Kabel fiber optik bekerja dengan cahaya yang berjalan dalam kabel
dengan cara terus memantul dari cermin pelapis dinding dengan prinsip
yang refleksi internal. Karena cermin tidak menyerap cahaya inti, maka
gelombang cahaya dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Namun bisa saja
terjadi degradasi sinyal cahaya, ang sebagaian besar karena kotoran pada
didnding cermin. Kabel fiber optik memiliki beberapa macam konektor.
Konektor ini digunakan untuk membuat hubungan antara perangkat yang
digunakan dengan perangkat lain, interkoneksi dengan penyedia layanan
yang berbeda dan lain-lain
.
kelebihan:
- Mempunyai
lebar pita frekuensi (bandwidth) yang lebar.
- Dapat
menyalurkan informasi dengan kecepatan sangat tinggi.
- Diameter
kabel fiber optik lebih kecil dibandingkan dengan kabel tembaga dan juga lebih
ringan
- Redaman
kecil sehingga ruas pengulang menjadi lebih panjang.
- Aman
dari bahaya listrik. Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak dapat
dialiri arus listrik sehingga terhindar terjadinya hubungan pendek
- Tahan
temperature tinggi.
kekurangan :
- Tidak
dapat menyalurkan energy listrik
- Relative
sulit saat instalasi.
- Kurang
tahan terhadap tekanan mekanis dibandingkan kabel tembaga
- Perlu
proteksi mata untuk teknisinya (Pengertian Proteksi Proteksi merupakan sistem perlinduangan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk imbalan, )
B. Media Nirkabel
Ada beberapa media tanpa kabel (nirkabel) yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer, yaitu:
1. Terrestrial microwave
Mengunakan pemancar dan penerima berbasis bumi (earth). Peralatan
yang digunakan adalah antena mirip dengan parabola. Terrestrial
microwave mengunakan gelombang mikro dengan bandwith antara 1 samapai
dengan 10 Mbps dengan jangkauan frekuensi yang rendah
Antena microwave biasanya ditempatkan di atas gedung, menara, bukit dan puncak gunung.
2. Komunikasi satelit
Satelit mengunakan radio microwave sebagai sarana telekomunikasi yang
tidak dibelokkan oleh atosfer bumi. Satelit ditempatkan dalam ruang,
biasanya 22.000 mil (untuk satelit geosynchronous) di atas katulistiwa.
Denan mengunakan orbit bumi, sistem ini mampu menerima dan menyampaikan
suara, data dan sinyal TV
3. Sistem Selular.
Menggunakan beberapa teknologi komunikasi radio. Sistem dibagi
kebeberapa daerah geografis yang berbeda. Setiap daerah memiliki
pemancar berdaya rendah atau perangkat radio relay untuk menyiarkan
panggilan dari satu daerah ke daerah lainnya. Sistem ini melahirkan
teknologi-teknologi baru, seperti GSM dan CDMA.
4. Komunikasi Inframerah
Komunikasi ini dapat mengirim sinyal antara perangkat dalam jarak
yang sangat terbatas (tidak lebih dari 10 meter) secara peer-to-peer
atau tatap muka.
Wireless LAN
Mengunakan standar protokol yang sama dengan LAN biasanya, tetapi
tidak memerlukan kabel untuk mengibunkan antar komputer. Merupakan
jaringan komputer yang menggunakan media sinyal radio dua arah untuk
berinteraksi antar komputer. Wireless LAN (WLAN) mengunakan bandwith
2,4 GHz (802.11b dan 802.11g) dan 5 GHz (802.11a). Jaringan wireles
memerlukan satu atau lebih perangkat acces point sebagai pusat
identifiksi dan pengelolaan jaringan.
Kelebihan wireless LAN
- Mudah untuk menambah komputer atau memindahkan komputer dalam sebuah jaringan, tidak perlu repot untuk merapikan kabel.
- Instalasi dan konfigurasi mudah dan cepat
- Dapat mengakses jaringan berpindah-pindah dari manapun dalam area access point
Kekurangan wireless LAN
- Jika jumlah komputer dalam jaringan bertambah, maka kecepatan transfer data semakin berkurang secar dratis
- Apabila terjadi perubahan standar, maka kartu jaringan pada tiap-tiap komputer harus diganti
- Memiliki bandwith yang rendah, sehingga tidak dianjurkan untuk aplikas khusus yang mengunakan video streaming.
- Keamanan data lebih rendah karena media wireless dapat diakses dari beberapa tempat
- Apabila diluar ruangan dapat dipengaruhi oleh cuaca seperti hujan dan petir.